Grab Dorong UMKM, Transportasi, dan Inklusi Keuangan Sepanjang 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:16:33 WIB
Grab Dorong UMKM, Transportasi, dan Inklusi Keuangan Sepanjang 2025

JAKARTA - Tahun 2025 menegaskan peran ekonomi digital sebagai tulang punggung sosial dan ekonomi di Indonesia. 

Di tengah dinamika global, ketidakpastian ekonomi rumah tangga, dan transformasi teknologi yang masif, platform digital menjadi lebih dari sekadar layanan; mereka adalah penyambung kehidupan masyarakat. 

Salah satu contohnya adalah Grab Indonesia, yang sepanjang tahun lalu telah menyentuh seperempat populasi nasional, baik sebagai pengguna, mitra pengemudi, maupun pelaku UMKM.

Dalam laporan akhir tahun Grab 2025, platform ride-hailing ini menunjukkan bagaimana teknologi yang dikelola dengan keberpihakan bisa menjadi pengungkit pemerataan ekonomi sekaligus alat pemberdayaan sosial. 

Dari mitra pengemudi hingga merchant UMKM dan pelajar penerima beasiswa, perjalanan Grab sepanjang tahun merekam kisah ekonomi yang bergerak dari bawah.

Menjangkau Seperempat Indonesia

Industri transportasi dan pengantaran online menyumbang sekitar 2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Grab berkontribusi sekitar 50 persen di sektor ride-hailing, dan satu dari empat masyarakat Indonesia kini berinteraksi dengan platform ini. 

Tidak hanya sebagai moda transportasi, Grab menjadi ruang baru bagi mereka yang kehilangan pekerjaan, terpinggirkan karena usia, atau terbatas akses pendidikannya.

Data internal Grab menunjukkan lebih dari separuh mitra pengemudi berusia antara 36 hingga lebih dari 45 tahun kelompok yang sering mengalami diskriminasi di pasar kerja formal. Sekitar 69 persen mitra hanya berpendidikan SMA/SMK dan sebagian besar tidak memiliki penghasilan tetap. 

Di sisi gender, 182.500 mitra pengemudi adalah perempuan, banyak di antaranya ibu tunggal yang mengandalkan fleksibilitas kerja untuk menopang keluarga.

Perkuat UMKM melalui Digitalisasi

Grab menegaskan perannya sebagai akselerator UMKM sepanjang 2025. Delapan dari sepuluh merchant GrabFood adalah pelaku UMKM, sementara lebih dari separuh merchant GrabMart berasal dari UMKM lokal. 

Ekosistem merchant Grab sejak 2020 hingga 2024 telah menciptakan 4,6 juta lapangan kerja, menegaskan kontribusi signifikan platform di tengah keterbatasan sektor formal.

Program “Kota Masa Depan” menghadirkan enam rangkaian workshop pelatihan UMKM di 16 kota tier-2 dan tier-3, membuka peluang pelaku usaha lokal untuk naik kelas melalui digitalisasi. Di kota-kota yang jarang menjadi sorotan ekonomi nasional, teknologi justru menjadi pintu pertumbuhan baru.

Ekosistem Terintegrasi

Sepanjang 2025, Grab memperkuat ekosistem terintegrasi yang mencakup mobilitas, pengantaran, belanja, layanan finansial, hingga kesehatan. GrabCar, GrabBike, GrabFood, GrabExpress, GrabMart, GrabJastip, GrabHealth, dan GrabKios saling terhubung.

Dalam layanan finansial, sinergi Grab-OVO-Superbank berkembang pesat, dengan digital payment, pembiayaan mikro, dan akses investasi ritel yang memperluas inklusi keuangan. 

Jutaan agen GrabKios di lebih dari 500 kota menjadi ujung tombak layanan keuangan digital, terutama di wilayah yang belum terjangkau perbankan konvensional.

Aksi Sosial dan Pendidikan

Grab menjalankan berbagai inisiatif sosial berskala nasional. Program “1080 Grab Indonesia” melibatkan lebih dari 5.000 mitra pengemudi di 80 kota, dengan tema

“Semua Bisa Berdaya, Semua Bisa Sejahtera.” Program GrabScholar memberikan akses pendidikan kepada 3.400 pelajar di 171 kota, sedangkan Program Generasi Campus 2025 menjangkau 15.700 peserta di enam kota.

Di tingkat global, Grab mempromosikan pariwisata dan kuliner Nusantara lewat billboard Nasdaq di Times Square, New York, pada Desember 2025 menjadi simbol eksposur internasional bagi Indonesia.

Mitra Naik Kelas

Program magang GrabRental membantu 1.700 mitra pengemudi ojek online beralih menjadi pengemudi taksi online, dengan peningkatan pendapatan hingga 2,5 kali lipat. OVO Finansial menyalurkan lebih dari Rp 6 triliun pendanaan kepada 445.000 mitra UMKM dan pengemudi melalui GrabModal. 

GrabAcademy bekerja sama dengan Meta melatih mitra pengemudi menjadi content creator dan KOL, membuka sumber pendapatan baru di ekonomi kreator.

Pemberdayaan Perempuan

Grab menjadikan pemberdayaan perempuan agenda nyata. Program “Ibu Sudah OKE!” memberikan ongkir flat dan paket pengiriman terjangkau bagi ibu pelaku usaha.

Klub Juragan GrabExpress memberdayakan lebih dari 2.000 pelaku usaha perempuan, sementara gerakan SERABI mendukung 1.100 UMKM perempuan di 13 kota.

Program #MelajuSyantiek menjangkau 25.000 mitra pengemudi perempuan, mayoritas ibu tunggal dan mahasiswi, menyediakan fleksibilitas kerja yang krusial.

Kolaborasi dengan Pemerintah

Kemitraan dengan pemerintah menjadi elemen kunci 2025. Grab bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan menyediakan layanan cek kesehatan gratis untuk mitra pengemudi, serta dengan Kementerian Koperasi dan UKM melalui Program Kota Masa Depan, menjangkau 15 kota dan lebih dari 200.000 UMKM. 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjangkau 4.500 murid dan guru di 29 sekolah, melibatkan 20 UMKM, dan mencakup anak berkebutuhan khusus.

Integritas Finansial

Di sektor finansial, Grab memperkuat tata kelola dan integritas. Program GEBUK JUDOL memblokir 7.000 akun judi online dan menurunkan transaksi ilegal hingga 97 persen.

QRIS di ekosistem Grab mencatat lebih dari 40 juta transaksi sepanjang 2025, menunjukkan adopsi pembayaran digital yang masif. IPO Superbank mencetak rekor sebagai IPO bank digital terbesar 2025 dengan oversubscription 318 kali, menegaskan kepercayaan pasar pada ekosistem digital Indonesia.

Ekonomi Digital yang Berpihak

Grab menutup 2025 dengan bukti bahwa ekonomi digital bukan sekadar soal efisiensi, tetapi juga keberpihakan sosial. Teknologi mampu menjadi bantalan sosial, pembuka peluang, sekaligus penggerak pertumbuhan. 

Kolaborasi teknologi, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci agar transformasi digital inklusif. Tahun 2025 menjadi konsolidasi; tahun-tahun berikutnya menjadi ujian sejauh mana warisan ini dapat dijaga agar ekonomi digital benar-benar menjadi milik semua golongan.

Terkini