Pimple Patch

Pimple Patch Tak Selalu Ampuh, Ini 5 Kesalahan yang Sering Terjadi

Pimple Patch Tak Selalu Ampuh, Ini 5 Kesalahan yang Sering Terjadi
Pimple Patch Tak Selalu Ampuh, Ini 5 Kesalahan yang Sering Terjadi

JAKARTA - Belakangan ini, tren menempelkan stiker kecil berbentuk bintang atau hati di wajah semakin populer, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. 

Namun, aksesori yang terlihat lucu itu bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan bagian dari perawatan kulit bernama pimple patch atau acne patch. Produk ini diklaim dapat membantu menyembuhkan jerawat dengan cara yang lebih praktis dibandingkan obat oles tradisional.

Acne patch hadir dalam bentuk plester kecil, tersedia versi transparan maupun berwarna, dan ditempel langsung pada jerawat. Produk ini digemari karena mudah digunakan, praktis, dan bahkan bisa tetap dipakai di bawah riasan wajah tanpa terlihat mencolok. 

Beberapa klaim menyebutkan pimple patch mampu menyerap cairan jerawat, melindungi kulit dari bakteri, serta mempercepat proses penyembuhan, tergantung kandungan yang dimilikinya.

Namun, para ahli menekankan bahwa pemakaian pimple patch tidak boleh sembarangan. Kesalahan dalam penggunaannya justru berpotensi membuat jerawat tidak kunjung membaik atau menimbulkan iritasi. 

Mengutip Everyday Health, berikut 5 kesalahan umum yang sering dilakukan pengguna pimple patch menurut dermatologis.

Jenis Jerawat yang Tidak Tepat

Pimple patch paling efektif digunakan pada jerawat yang sudah matang, seperti jerawat bernanah atau menonjol di permukaan kulit. Profesor klinis dermatologi dari Weill Cornell Medicine, Marisa Garshick, menjelaskan bahwa plester hidrokoloid bekerja optimal pada jerawat jenis papula dan pustula.

Sementara itu, pimple patch kurang efektif untuk komedo hitam atau jerawat yang tersebar luas karena area cakupannya terbatas. Jenis jerawat tersebut memerlukan perawatan dengan bahan aktif seperti asam salisilat atau retinoid, yang mampu membersihkan pori-pori dari dalam. Memilih jenis jerawat yang tepat menjadi langkah awal agar perawatan lebih maksimal.

Durasi Pemakaian yang Tepat

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah penggunaan pimple patch tidak sesuai durasi. Idealnya, produk ini dipakai selama enam hingga delapan jam, misalnya saat tidur malam. 

Melepasnya terlalu cepat membuat kandungan hidrokoloid belum bekerja maksimal menyerap cairan jerawat, sedangkan menempelkannya terlalu lama tidak memberikan manfaat tambahan dan berisiko memicu iritasi, terutama pada kulit sensitif.

Penggunaan Bersamaan Produk Aktif

Profesor madya dermatologi dari Icahn School of Medicine, Mount Sinai, menyebutkan bahwa menempelkan pimple patch di atas kulit yang sudah dilapisi produk perawatan wajah berbahan aktif adalah kesalahan serius. Ada dua jenis pimple patch: yang mengandung obat dan yang hanya berbahan hidrokoloid.

Garshick menyarankan agar patch diaplikasikan pada kulit yang bersih dan kering. Pemakaian di atas produk aktif bisa meningkatkan penyerapan secara berlebihan, menyebabkan kulit kemerahan, mengelupas, hingga perih. Maka, sebaiknya pastikan kulit bebas dari sisa serum atau krim sebelum menempelkan patch.

Kulit Sensitif dan Alergi

Pemilik kulit sensitif harus ekstra hati-hati saat menggunakan pimple patch. Bagi penderita eksim atau rosacea, produk ini sebaiknya dihindari. Selain itu, orang dengan alergi terhadap perekat atau bahan seperti benzoyl peroxide juga disarankan untuk tidak memakai patch.

Sebagai alternatif, dermatologis merekomendasikan perawatan dengan bahan yang lebih lembut, seperti azelaic acid atau niacinamide, disertai pelembap bebas pewangi. Hal ini membantu menjaga lapisan pelindung kulit tetap utuh tanpa memicu reaksi iritasi.

Bukan Produk Pencegah Jerawat

Pimple patch bersifat reaktif, bukan preventif. Artinya, produk ini hanya bekerja pada jerawat yang sudah muncul, bukan untuk mencegah timbulnya jerawat baru. Beberapa patch mengandung asam salisilat, namun ukurannya yang kecil tidak mampu melindungi seluruh wajah dari jerawat.

Untuk jerawat menyeluruh atau yang bersifat kronis, konsultasi dengan dokter kulit tetap menjadi langkah paling tepat. Mengandalkan stiker jerawat saja tidak cukup, meskipun penggunaannya bisa membantu mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan jerawat tertentu.

Kesalahan Penggunaan Pimple Patch

1. Digunakan pada jenis jerawat yang tidak tepat, seperti komedo atau jerawat tersebar luas.

2. Durasi pemakaian tidak sesuai, terlalu cepat dilepas atau terlalu lama menempel.

3. Dipakai bersamaan dengan produk perawatan wajah berbahan aktif.

4. Dipaksakan pada kulit sensitif atau penderita alergi.

5. Digunakan untuk mencegah jerawat, bukan mengobati yang sudah muncul.

Dengan memahami kesalahan umum ini, penggunaan pimple patch bisa lebih efektif. Selain itu, memilih jenis jerawat yang tepat, menempelkan pada kulit bersih, dan menyesuaikan durasi pemakaian menjadi kunci agar patch bekerja maksimal tanpa menimbulkan efek samping.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index